PENCEMARAN AIR

I.          PENDAHULUAN

Air merupakan salah satu sumber kekayaan alam yang dibutuhkan oleh makhluk hidup untuk menopang kelangsungan hidupnya. Selain itu air dibutuhkan untuk kelangsungan proses industri, kegiatan perikanan, pertanian dan peternakan. Oleh karena itu apabila air tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan kerusakan maupun kehancuran bagi makhluk hidup.

Secara alami sumber air merupakan kekayaan alam yang dapat diperbaharui dan yang mempunyai daya regenerasi mengikuti suatu daur ulang yang disebut daur hydrologi (Suryani, 1987). Air yang sangat terbatas ini pada umumnya oleh manusia dipergunakan untuk kebutuhan domestik, industri, pembangkit tenaga listrik, pertanian, perikanan, rekreasi.

Masalah pencemaran air, selain menyebabkan gangguan estetis (keindahan), juga mengakibatkan berkurangnya sumber air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, bahkan pada tahap tertentu bahkan dapat menyebabkan penurunan kualitas kesehatan masyarakat.

Word Health Organization (WHO) dalam pernyataannya yang berkaitan dengan air “The Best of All Thing is Water” menunjukan bahwa air itu sangat penting bagi seluruh kehidupan dan selalu dipandang sebagai barang yang sangat berharga sehingga perlu dijaga, dilindungi dan dilestarikan.

Mengingat berbagai permasalahan krusial di atas, maka perlu dilakukan berbagai upaya pencegahan dan penanggulangan masalah pencemaran air. Upaya-upaya tersebut seyogyanya tidak hanya menjadi tanggungjawab pemerintah, tetapi harus pula didukung oleh lembaga-lembaga masyarakat, kalangan pendidikan serta masyarakat umum.

 II.        PENYEBAB TERJADINYA PENCEMARAN AIR

Menurut PP Nomor 20 tahun 1990 pasal 1 (2) tentang Pengendalian Pencemaran Air dan Surat Keputusan Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup Nomor KEP-02/MENKLH/I/1988 pasal 1 tentang Penetapan Baku Mutu Lingkungan, yang dimaksud dengan pencemaran air adalah masuk atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi dan komponen lain ke dalam air dan atau berubahnya tatanan air oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas air turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan air menjadi kurang atau tidak berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya.

Sedangkan menurut PP nomor 20 tahun 1990 pasal 7, air menurut kegunaan atau peruntukannya digolongkan menjadi:

  • Golongan A, yaitu air yang dapat digunakan sebagai air minum secara langsung tanpa pengolahan terlebih dahulu.
  • Golongan B, yaitu air yang dapat dipergunakan sebagai air baku untuk diolah sebagai air minum dan keperluan rumah tangga.
  • Golongan C, yaitu air yang dapat dipergunakan untuk keperluan perikanan dan peternakan.
  • Golongan D, yaitu air yang dapat dipergunakan untuk keperluan pertanian, dan dapat dimanfaatkan untuk usaha perkotaan, industri dan listrik negara.

Standar yang sering digunakan untuk mengukur tingkat pencemaran air adalah :

1.   Kebutuhan oksigen untuk proses biologi (BOD)

Dalam air buangan terdapat zat organik yang terdiri dari unsur karbon, hidrogen dan oksigen dengan unsur tambahan yang lain seperti nitrogen, belerang, dan lain-lain dimana unsur-unsur tersebut cenderung menyerap oksigen. Oksigen itu dibutuhkan bagi mikroba untuk kehidupannya dan untuk menguraikan senyawaan organik tersebut sehingga kadar oksigen akan menurun yang menyebabkan air menjadi keruh dan berbau.

2.   Kebutuhan Oksigen Kimiawi

Bentuk lain untuk mengukur kebutuhan oksigen adalah ukuran COD atau kebutuhan oksigen kimiawi. Nilai COD ini akan menunjukan kebutuhan oksigen yang diperlukan untuk menguraikan kandungan bahan organik dalam air secara kimiawi khususnya bagi senyawaan organik yang tidak dapat teruraikan karena proses biologis, sehingga dibutuhkan bantuan pereaksi oksidator sebagai sumber oksigen.

3.   Lemak dan Minyak

Lemak dan minyak ditemukan mengapung diatas permukaan air meskipun sebagian terdapat dibawah permukaan air. Lemak dan minyak merupakan senyawa ester dari turunan alkohol yang tersusun dari atom karbon, hidrogen dan oksigen. Lemak sukar diuraikan oleh bakteri tetapi dapat dihidrolisa oleh alkali sehingga membentuk senyawa sabun yang mudah larut. Adanya minyak dan lemak dipermukaan air akan menghambat proses biologis dalam air sehingga tidak terjadi proses fotosintesa.

4.      Nitrogen

Gas yang tidak berwarna dan tidak beracun, dalam air pada umumnya terdapat dalam bentuk organik dan bakteri merubahnya menjadi ammonia. Dalam kondisi aeribik dan dalam waktu tertentu bakteri dapat mengoksidasi amonia menjadi nitrit dan nirtat.

5.      Suspended Solids (SS)

Padatan tersuspensi (SS) dalam air atau padatan tidak terlarut dalam air adalah senyawa kimia yang terdapat dalam air baik dalam keadaan melayang, terapung maupun mengendap. Senyawa ini dijumpai dalam bentuk organik maupun anorganik. Padatan tidak terlarut ini menyebabkan air berwarna keruh.

6.      Total Disolved Solid (TDS)

Padatan terlarut dalam air (TDS) banyak ditemukan dalam air adalah golongan senyawa alkali seperti karbonat, bikarbonat, dan hidroksida.

Selain bahan pencemar air seperti tersebut di atas ada juga bahan pencemar berupa bibit penyakit (bakteri/virus) misalnya bakteri coli, disentri, kolera, typhus, para typhus, lever, diare dan bermacam-­macam penyakit kulit. Bahan pencemar ini terbawa air permukaan seperti air sungai dari buangan air rumah tangga, air buangan rumah sakit, yang membawa kotoran manusia atau kotoran hewan.

Sedangkan sumber atau penyebab pencemaran adalah kegiatan manusia, diantaranya adalah :

1.      Sektor Domestik / Buangan rumah tangga

Menurut peraturan Menteri Kesehatan, yang dimaksud dengan buangan rumah tangga adalah buangan yang berasal bukan dari industri melainkan berasal dari rumah tangga, kantor, hotel, restoran, tempat ibadah, tempat hiburan, pasar, pertokoan dan rumah sakit.

Aktifitas domestik sehari-hari seperti mandi, mencuci, memasak, dan lain-lain selalu menghasilkan air sisa (limbah). Air limbah domestik, biasanya terdiri dari bahan organik, detergen, dan mikroorganisme (misalnya dari ekskreta manusia). Bila air limbah ini dibuang langsung ke badan air (sungai) maka akan turunlah kualitas air sungai tersebut.

Sabun dan diterjen merupakan sumber potensial bagi bahan pencemar organik. Sabun adalah senyawa garam dari asam-asam lemak tinggi, seperti natrium stearat (C17H35COONa+).

Sabun mengemulsi atau mengsuspensi bahan organik dalam air. Dalam proses ini, anion-anion membentuk partikel-partikel micelle .

 

 

Begitu sabun masuk ke dalam buangan air atau suatu sistem akuatik biasanya langsung terendap sebagai garam-garam kalsium dan magnesium.

Ditergen tidak dapat diuraikan oleh organisme lain kecuali oleh ganggang hijau dan yang tidak sempat diuraikan ini akan menimbulkan pencemaran air.

Sampah dan buangan-buangan kotoran dari rumah tangga juga dapat mengurangi kadar oksigen dalam air yang dibutuhkan oleh kehidupan dalam air. Dibawah pengaruh bakteri anaerob senyawa organik akan terurai dan menghasilkan gas-gas NH3 dan H2S dengan bau busuknya. Penguraian senyawa-senyawa organik juga akan menghasilkan gas-gas beracun dan bakteri-bakteri patogen yang akan mengganggu kesehatan air.

2.   Sektor Industri

Limbah industri memiliki karakteristik yang bermacam-macam, tergantung dari jenis industrinya. Industri makanan dan minuman biasa memiliki kadar BOD tinggi, industri kertas biasa menghasilkan limbah dengan sisa kandungan bahan pemutih. Beberapa jenis industri tertentu bahkan menghasilkan limbah dengan katagori berbahaya dan beracun (Limbah B3).

Dari hasil statistik industri di DKI Jakarta, sumber industri pengolahan yang menjadi sumber pencemaran air yaitu agro industri (peternakan sapi, babi dan kambing), industri pengolahan makanan, industri miniman, industri tekstil, industri kulit, industri kimia dasar, industri mineral non logam, industri logam dasar, industri hasil olahan logam dan industri listrik dan gas.

Bahan lain yang sangat berbahaya adalah air raksa. Air raksa berasal dari pabrik kertas dan lampu merkuri. Karena pengaruh bakteri anaerob garam anorganik Hg dengan adanya senyawa hidrokarbon akan bereaksi membentuk senyawa dimetil mekuri (CH3)2Hg yang larut dalam air tanah dan masuk dalam rantai makanan yang akhirnya dimakan manusia.

3.   Pertanian dan peternakan

Kegiatan pertanian misalnya penggunaan pupuk buatan dan pestisida sebenarnya merupakan ancaman yang cukup serius terhadap kualitas badan air. Bahan-bahan yang terkandung dalam pestisida buatan sulit terurai secara alami sehingga akan tetap bertahan di lingkungan dalam jangka waktu yang lama (persisten).

 

Sedangkan kalau ditinjau dari bahannya, penyebab pencemaran air digolongkan menjadi :

a)   Sampah yang dalam proses penguraiannya memerlukan oksigen yaitu sampah yang mengandung senyawa organik.

Misalnya sampah industri makanan, sampah industri gula  tebu, sampah rumah tangga (sisa-sisa makanan), kotoran manusia dan kotoran hewan, tumbuh­tumbuhan dan hewan yang mati. Untuk proses penguraian sampah­sampah tersebut memerlukan banyak oksigen, sehingga apabila sampah-sampah tersbut terdapat dalam air, maka perairan (sumber air) tersebut akan kekurangan oksigen, ikan-ikan dan organisme dalam air akan mati kekurangan oksigen. Selain itu proses penguraian sampah yang mengandung protein (hewani/nabati) akan menghasilkan gas H2S yang berbau busuk, sehingga air tidak layak untuk diminum atau untuk mandi.

b)   Bahan pencemar penyebab terjadinya penyakit

Yaitu bahan pencemar yang mengandung virus dan bakteri misal bakteri coli yang dapat menyebabkan penyakit saluran pencernaan (disentri, kolera, diare, types) atau penyakit kulit. Bahan pencemar ini berasal dari limbah rumah tangga, limbah rumah sakit atau dari kotoran hewan/manusia.

c)   Bahan pencemar senyawa anorganik/mineral

Misalnya logam-logam berat seperti merkuri (Hg), kadmium (Cd), Timah hitam (pb), tembaga (Cu), garam-garam anorganik. Bahan pencemar berupa logam-logam  berat yang masuk ke dalam tubuh biasanya melalui makanan dan dapat tertimbun dalam organ-organ tubuh seperti ginjal, hati, limpa saluran pencernaan lainnya sehingga mengganggu fungsi organ tubuh tersebut.

d)   Bahan pencemar organik yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme

Yaitu senyawa organik berasal dari pestisida, herbisida, polimer seperti plastik, deterjen, serat sintetis, limbah industri dan limbah minyak. Bahan pencemar ini tidak dapat dimusnahkan oleh mikroorganisme, sehingga akan menggunung dimana-mana dan dapat mengganggu kehidupan dan kesejahteraan makhluk hidup.

e)   Bahan pencemar berupa makanan tumbuh-tumbuhan

 

Seperti senyawa nitrat, senyawa fosfat dapat menyebabkan tumbuhnya alga (ganggang) dengan pesat sehingga menutupi permukaan air. Selain itu akan mengganggu ekosistem air, mematikan ikan dan organisme dalam air, karena kadar oksigen dan sinar matahari berkurang. Hal ini disebabkan oksigen dan sinar matahari yang diperlukan organisme dalam air (kehidupan akuatik) terhalangi dan tidak dapat masuk ke dalam air.

f)    Bahan pencemar berupa zat radioaktif

Dapat menyebabkan penyakit kanker, merusak sel dan jaringan tubuh lainnya. Bahan pencemar ini berasal dari limbah PLTN dan dari percobaan-percobaan nuklir lainnya.

g)   Bahan pencemar berupa endapan/sediment

Seperti tanah dan lumpur akibat erosi pada tepi sungai atau partikulat-partikulat padat/lahar yang disemburkan oleh gunung berapi yang meletus, menyebabkan air menjadi keruh, masuknya sinar matahari berkurang, dan air kurang mampu mengasimilasi sampah.

h)      Bahan pencemar berupa kondisi (misalnya panas)

Berasal dari limbah pembangkit tenaga listrik atau limbah industri yang menggunakan air sebagai pendingin. Bahan pencemar panas ini menyebabkan suhu air meningkat tidak sesuai untuk kehidupan akuatik (organisme, ikan dan tanaman dalam air). Tanaman, ikan dan organisme yang mati ini akan terurai menjadi senyawa-senyawa organik. Untuk proses penguraian senyawa organik ini memerlukan oksigen, sehingga terjadi penurunan kadar oksigen dalam air.

SUMBER DAN EFEK DARI UNSUR-UNSUR RENIK DAN AIR

Unsur

Sumber

Efek/pengaruh

Batas USPHS (mg/L)

Kadmium Buangan Industri, limbah pertambangan, ?pengelasan logam, pipa-pipa air. Menukar seng secara biokimia, tekanan darah tinggi, merusak ginjal-jaringan testibuler dan sel-sel darah merah, taksisitas terhadap biota akratik 0,01
Arsen Hasil samping pertambangan, bilangan kimia Toksin, kasimogenik  
Berilium Batu bara, tenaga nuklir, dan industri ruang angkasa. Taksisitas akut dan kronis, kasimogenik Tidak diberikan
Boron Batu bara, detergen, limbah industri Toksin terhadap tanaman 1,0
Khrom Pengelasan logam, zat aditif pada neraca air sebagai Cr(IV) Unsur renik pokok, kasimogenik sebagai Cr(IV) 0,05
Tembaga Pengelasan logam, limbah industri dan domestik, penambangan, pencucian mineral. Unsur renik pokok, tidak terlalu toksin terhadap hewan, toksin terhadap tanaman dan ganggang dalam konsentrasi sedang. 1,0
Flour(ion florida) Sumber-sumber geologi alami, limbah industri, zat aditif pada air. Mencegah kerusakan gigi pada kira-kira 1 mg/L dan pembentukan karat gigi/kerusakan gigi pada sekitar 5 mg/L dalam air. 0,8 – 17 (tergantung suhu)
Yodium(ion iodium) Limbah industri, air laut, industri air laut. Mencegah gondok, nutrim pokok haemoglobin, tidak selalu toksin Tidak diberikan
Besi Karat logam, limbah industri, saluran tambang Merusak perabot kamar mandi pakaian.
Mangan Pertambangan, limbah industri, saluran tambang atom, kerja mikroba terhadap mineral mangan pada pH rendah. Relatif tidak toksin terhadp hewan, toksin terhadap tanaman pada konsentrasi tinggi, perkaratan perabotan kamar mandi dan pakaian. 0,05
Merkuri Limbah industri, industri pestisida, batu bara Toksisitas akut dan kronik Tidak diberikan
Molibder Limbah industri, sumber alam Kemungkinan racun pada hewan, penting untuk tanaman Tidak diberikan
Selenium Sumber geologi alami, belerang, batu bara Penting pada konsentrasi rendah, toksin pada konsentrasi tinggi, kemungkinan kasimogenik. 0,01
Perak Sumber geologi alami, penambangan, las listrik, buangan prosesing film, disinfekai air. Menyebabkan kulit berwarna biru abu-abu, merusak membran mocous dan mata. 0,05
Seng Limbah industri, las logam, patri Unsur penting dalam banyak metalenzim, obat luka, toksin untuk tanaman pada konsentrasi yang lebih tinggi, komponen utama dari buangan”Sludge” pada tanah. 5,0

 

III.      AKIBAT YANG DITIMBULKAN

Air adalah salah satu penunjang utama kehidupan. Menurunnya kualitas air (atau bahkan pencemaran air) secara langsung maupun tidak langsung akan mempengaruhi kualitas hidup manusia. Beberapa dampak yang mungkin disebabkan oleh air yang tercermar sebagai berikut :

1.   Naiknya temperatur air

Naiknya suhu air disebabkan air limbah yang dibuang ke badan air pada saat suhunya masih tinggi,.misalnya air bekas ketel. Suhu badan air yang tinggi dapat menyebabkan kematian organisme air.

2.   Perubahan warna dan kekeruhan air

Kekeruhan disebabkan zat padat tersuspensi dalam air, misalnya air bekas penyemprotan cerobong pabrik gula. Kekeruhan terutama akan menyebabkan gangguan secara estetis. Namun tidak tertutup kemungkinan terjadinya hal yang lebih serius. Misalnya bila air keruh maka penetrasi sinar matahari ke dalam air akan terbatas, sehingga kehidupan beberapa organisme air akan terganggu (misalnya phytoplankton).

3.   Perubahan PH air

Beberapa jenis limbah, misalnya limbah pabrik tahu memiliki tingkat keasaman tinggi. Hal ini dapat juga mengganggu kehidupan organisme air.

4.   Bau

Buangan limbah yang mengandung bahan organik tinggi akan mengalami pembusukan dalam air. Proses tersebut akan menghasilkan bau yang merupakan pula gangguan secara estetis.

5.   Berkurangnya oksigen terlarut (DO / Dissolved Oxygen)

Buangan berkadar organik tinggi tidak hanya menyebabkan bau busuk, tetapi juga proses pembusukan tersebut membutuhkan banyak oksigen. Hal ini akan membuat persedian oksigen di badan air semakin berkurang, akibatnya banyak kehidupan air akan terganggu.

6.      Terganggunya terhadap kehidupan akuatik

Makhluk hidup di dalam air antara lain bermacam-macam ikan, buaya, penyu, katak, mikroorganisme, ganggang, tanaman air dan lumut. Kesemuanya termasuk dalam kehidupan akuatik. Apabila sumber air tempat kehidupan akuatik tercemar, maka siklus makanan dalam air terganggu dan ekosistem air atau kehidupan akuatik akan terganggu pula. Misalnya : organisme yang kecil seperti plankton banyak yang mati karena banyak keracunan bahan tercemar, ikan-ikan kecil pemakan plankton banyak yang mati karena kekurangan makanan, demikian pula ikan-ikan yang lebih besar pemakan ikan-ikan kecil bila kekurangan makanan akan mati.

Kehidupan akuatik dapat pula terganggu karena:

a)   Perairan kekurangan kadar oksigen atau sinar matahari yang disebabkan air menjadi keruh oleh pencemaran tanah/lumpur.

b)   Permukaan perairan tertutup oleh lapisan bahan pencemar minyak atau busa deterjen, sehingga sinar matahari dan oksigen yang diperlukan untuk kehidupan akuatik tidak dapat menembus permukaan air masuk ke dalam air.

c)    Berkurang/habisnya kadar oksigen dalam proses pengairan bahan pencemar senyawa organik.

d)    Permukaan air tertutup oleh tanaman air seperti enceng gondok sebagai bahan pencemar yang tumbuh subur oleh adanya bahan pencemar berupa makanan penyubur tanaman seperti senyawa­senyawa fosfat, nitrat.

e)    Peningkatan suhu air karena adanya bahan pencemar panas dari industri-industri yang menggunakan air sebagai pendingin, atau sebagai air bangunan dari pembangkit tenaga listrik.

7.      Kesehatan manusia

Dari seluruh akibat yang telah disebutkan, akibat-akibat tersebut akan terakumulasi pada diri manusia sendiri, karena baik langsung maupun tidak langsung. Karena memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap air dan segala kehidupan yang ada atau hidup didalamnya.

 

IV.     USAHA PENANGGUNGGALANGAN PENCEMARAN AIR

 

Usaha-usaha penanggulangan pencemaran air tidak hanya meliputi tindakan pengendalian akibat dari pencemaran itu saja, tetapi juga termasuk usaha-usaha pencegahan terhadap bahaya pencemaran air. Oleh karena itu, usaha penanggulangan pencemaran air tidak hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, tapi perlu tanggung jawab dari semua pihak baik pemerintah, pelaku industri maupun masyarakat.

 

Dibawah ini, beberapa contoh kegiatan, baik yang dilakukan pemerintah, pelaku industri maupun masyarakat.

A.     Pemerintah

Pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk mengelola Sumber daya air khusunya pencegahan dan pengendalian pencemaran air melalui berbagai hal berikut :

1.   Mengeluarkan produk hukum

Produk hukum dapat dikeluarkan oleh pemerintah pusat maupun daerah. Diantaranya :

a.   UU No. 23 Tahun 1997 tentang lingkungan hidup.                        

b.   UU. No. 7 Tahun 2004 tentang sumber daya air.

c.   PP. No. 82 Tahun 2001 tentang pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air serta lainnya.

d.   Keputusan Bupati Bondowoso Nomor 390 tahun 2005 tentang kewajiban pelaku usaha tertentu untuk melengkapi usahanya dengan dokumen UKL-UPL (Upaya Pengelolaan Lingkungan – Upaya Pemantauan Lingkungan).

e.   SK Bupati No. 580 Tahun 2005 tentang jenis usaha yang harus menyusun UKL-UPL.

2.   Pendekatan kelembagaan

a.   Membentuk Badan Pengendalian Dampak Lingkungan (Bapedal).

b.   Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD).

c.   Dinas – dinas Lingkungan Hidup Daerah yang saat ini menjadi Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda).

3.   Kerjasama dengan LSM

Misalnya dengan pembentukan KOLILA (Komite Peduli Lingkungan Hidup) yang terdiri dari dinas atau instansi terkait dan LSM – LSM.

4.   Studi pengendalian pencemaran air

Pada periode tahun 1985-1998, dilakukan studi terhadap kluster-kluster sumber pencemaran khususnya industri di Propinsi Jawa Barat (Majalaya, Cimahi, Bandung Selatan, dll), DKI Jaya (Sunter, daerah Mookervart, Pulo Gadung), Jawa Tengah meliputi (Kali Garang), Propinsi Jawa Timur (Sungai Brantas, Kali Surabaya), Propinsi Sumatra Utara (KIM: Kawasan Industri Medan).

5.   Program atau kegiatan

Berbagai program dan kegiatan Kantor Lingkungan Hidup. Contohnya untuk tahun ini yang berkenaan dengan masalah pencemaran adalah:

a.   Program pengendalian pencemaran dan perusakan lingkungan hidup, melalui kegiatan antara lain :

  • Pengembangan produksi ramah lingkungan.
  • Peningkatan peran serta masyarakat dalam pengendalian lingkungan hidup.
  • Pembangunan gedung laboratorium lingkungan.
  • Sejak 1980-an sampai saat ini telah dilaksanakan yaitu diantaranya Program Kali Bersih (Prokasih), Surat Pernyataan Kali Bersih (SuperKasih) dan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (Proper).

b.   Program peningkatan pengendalian polusi, melalui kegiatan penyuluhan dan pengendalian polusi dan pencemaran.

 

 

 

B.  Dunia Industri

Beberapa hal yang dapat dilakukan dunia usaha dalam dalam usaha pencegahan pencemaran air adalah :

  1. 1.      Melakukan pengolahan limbah secara mandiri

Limbah industri sebelum dibuang ke tempat pembuangan, hendaknya dikumpulkan di suatu tempat yang disediakan, kemudian diolah, agar bila terpaksa harus dibuang ke sungai tidak menyebabkan terjadinya pencemaran air. Bahkan kalau dapat setelah diolah tidak dibuang ke sungai melainkan dapat digunakan lagi untuk keperluan industri sendiri.

2.        Melakukan program pembinaan terhadap lingkungan sehingga menjadi masyarakat yang peduli terhadap kelestarian lingkungan.

3.        Mendukung program kegiatan pemerintah yang berkenaan dengan lingkungan hidup.

C.  Masyarakat

1.    Memanfaatkan sisa sampah rumah tangga menjadi barang yang berguna dan bernilai ekonomi.

Sampah padat dari rumah tangga berupa plastik atau serat sintetis yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme dipisahkan, kemudian diolah menjadi bahan lain yang berguna, misalnya dapat diolah menjadi keset. Sampah organik yang dapat diuraikan oleh mikroorganisme dikubur dalam lubang tanah, kemudian kalau sudah membusuk dapat digunakan sebagai pupuk.

2.        Ikut berpartisipasi mendukung program pemerintah yang berkenaan dengan pelestarian kehidupan.

3.        Meminimalisir penggunaan barang-barang yang berpotensi sebagai  bahan pencemaran.

 

V.       KESIMPULAN DAN SARAN

 A.     KESIMPULAN

 

Dari uraian diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa :

 

  1. Pencemaran air adalah masuk atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi dan komponen lain ke dalam air dan atau berubahnya tatanan air oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas air turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan air menjadi kurang atau tidak berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya.

 

  1. Secara garis besar bahan pencemar air tersebut di atas dapat dikelompokkan menjadi:

a.   Bahan pencemar organik, baik yang dapat mengalami penguraian oleh mikroorganisme maupun yang tidak dapat mengalami penguraian.

b.  Bahan pencemar anorganik, dapat berupa logam-logam berat, mineral (garam-garam anorganik seperti sulfat, fosfat, halogenida, nitrat)

c.  Bahan pencemar berupa sedimen/endapan tanah atau lumpur.

d.  Bahan pencemar berupa zat radioaktif

e.  Bahan pencemar berupa panas

  1. Pencemaran air sangat merugikan bagi manusia dan mahluk hidup yang lain, karena dapat menurunkan tingkat kualitas hidup dan bahkan dapat menyebabkan kematian.

 

  1. Upaya penanggulangan pencemaran air harus dilakukan secara berkesinambungan baik oleh pemerintah, pelaku industri maupun anggota masyarakat secara umum.

 

 

 

SARAN

 

Berdasarkan kesimpulan diatas, penulis menyarankan beberapa hal yang dapat dilakukan guna meningkatkan upaya penanggulangan pencemaran air, diantaranya :

  1. Bagi pemerintah, selain dengan mengeluarkan peraturan perundang-undangan yang mengatur masalah pencegahan pencemaran lingkungan, juga memberikan kontrol yang ketat serta sanksi yang tegas terhadap siapapun yang melakukan pelanggaran terhadap ketentuan tersebut.
  2. Pemerintah juga perlu melakukan kerjasama dengan LSM-LSM yang memiliki perhatian terhadap lingkungan, baik tingkat lokal maupun internasional.
  3. Pemerintah juga perlu memberdayakan masyarakat dengan kegiatan-kegiatan yang mengarah kepada pelestarian lingkungan, terutama yang berhubungan dengan pelestarian air.
  4. Bagi pelaku industri perlu meningkatkan kesadaran mengenai pelestarian lingkungan, dengan cara melakukan pengolahan limbah yang dihasilkan secara mandiri dan turut mendukung program pelestarian lingkungan baik yang dilakukan pemerintah maupun swasta.
  5. Masyarakat juga perlu meningkatkan kepedulian terhadap pelestarian lingkungan dengan kegiatan-kegiatan sederhana yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, seperti tidak langsung membuang limbah rumah tangga ke sungai, pemakaian air secara hemat (sesuai dengan kebutuhan), pendirian rumah atau bangunan yang berwawasan lingkungan dan mengurangi pemakaian barang-barang yang berpotensi menjadi bahan penyebab pencemaran lingkungan, khususnya air.

One response to this post.

  1. Halo,Bagi rekan-rekan
    yang berkecimpung dalam bidang pengolahan air &air limbah,mari
    bergabung di mailing list instalasi pengolahan air& air limbah.Bagi
    para praktisi pengoalahan air & airlimbahmari bergabung dan
    berdiskusi aktif dalam keanggotaan. Here are the details on ipal_ipa:
    Group home page: http://groups.yahoo.com/group/ipal_ipa Group email address: ipal_ipa@yahoogroups.com

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: